Bg

Berita - IAIN Surakarta

Spiritual Building Dosen FIT, “Bekerja dengan Hati”

23 Oktober 2020

Surakarta – Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta menyelenggarakan kegiatan Spiritual Building untuk Dosen FIT di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah pada tanggal 21-22 Oktober 2020. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh Wakil Dekan I, Dr. Fauzi Muharom, M.Ag. dan segenap dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ketajaman spiritual dosen dalam menjalankan profesinya sebagai pengajar dan pendidik.

Dalam kegiatan Spiritual Building ini diisi oleh narasumber K.H. Abdullah Maksum, pengasuh pondok pesantren Ar Ridwan Wonosobo yang juga merupakan dosen di Universitas Sains Ilmu Al Quran (UNSIQ). Beliau menyampaikan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai dosen harus menggunakan hati. Penggunaan hati ini dapat diaplikasikan contohnya dalam bentuk sikap keteladanan. Sehingga tugas dosen tidak hanya memperbaiki kualitas intelektual mahasiswanya namun juga kualitas emosional dan juga spiritual.

Untuk memperbaiki kualitas mahasiswa tentunya tidak terlepas bagus-tidaknya pendidiknya (dosen). Keteladanan ini dinyatakan dalam contoh konkrit yaitu ketulusan. Ketulusan dosen dalam melayani anak didiknya menjadi nilai tersendiri yang akan mempunyai imbalan setimpal (kembali kepada diri sendiri).

Selain itu, K.H. Abdullah Maksum juga memaparkan empat hal prinsip kesuksesan yang harus dimiliki oleh seorang dosen. Yang pertama, sorang dosen harus pintar secara intelektual. Hal ini adalah bekal mendidik mahasiswa dengan daya kritis untuk menghadapi tantangan yang ada dan memecahkan sebuah masalah. Kedua, seorang dosen haruslah kaya harta. Kaya di sini bukan berarti harus memiliki mobil, rumah ataupun barang-barang bagus ataupun mewah. Tapi lebih berarti dengan kaya, maka banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang “dosen” tersebut, seperti membangun sekolah.

Ketiga, seorang dosen harus sukses secara sosial. Sebagai makhluk yang tidak bisa tidak berhubungan dengan orang lain, maka dosen perlu cerdas dalam berperilaku dengan sesamanya. Akhlak yang baik akan menjadi contoh dari keteladan yang bisa diberikan kepada anak didik. Dan yang keempat, adalah kecerdasan spiritual. Hal ini adalah hal paling penting dari keempat prinsip di atas, karena spiritualisasi adalah konsep ketuhanan yang menjadi pondasi dalam hidup.

Dari hal-hal tersebut, perlunya perenungan kembali kepada masing-masing dosen selaku pendidik, apa tujuan utama mereka itu memilih profesi ini. Dengan perenungan itu, diharapkan dapat memperbaiki kualitas, sehingga akan bermanfaat untuk orang lain, institusi maupun untuk pribadinya sendiri.